Dalam program sinergi kerakyatan, Pak Jokowi telah merelealisasikan lima start up pertanian supaya mampu memberikan gerakan merawat pertanian Indonesia. Kelima start up ini diharapkan bisa menjadi tolak ukur dan motivasi bagi para pelaku bisnis, investor, dan para pengembang agar lebih peduli pada sektor pertanian.

Pada masa sekarang, memang kedaulatan pangan menjadi isu yang sangat gencar dibicarakan. Termasuk oleh para mahasiswa-mahasiswi pertanian yang mirisnya, 70% dari mereka lebih memilih bekerja di kantoran, daripada melakukan inovasi dan wirausaha di bidang pertanian.

Jadi, sangat butuh dihargai, bahwa kelima start up pertanian berikut ini bakal bisa memberikan semangat baru dalam misi mengejar kedaulatan pangan Indonesia. Kira-kira, apa saja start up tersebut? Langsung simak aja yuk!

1. Nurbaya Initiatives

startup pertanian 1 - 5 Start Up Pertanian Andalan Pak Jokowi dalam Misi Kedaulatan Pangan
Nurbaya Initiatives

Konsep dari start up pertanian yang satu ini, ialah memangkas adanya distributor yang menghubungkan petani dengan konsumen. Karena pada nyatanya, dalam rantai produksi makanan, sudah banyak distributor sehingga keuntungan yang didapatkan petani terlalu sedikit. Bahkan hanya sisa keuntungan terkecil yang diperoleh.

Karena itulah, Nurbaya Initiatives berinisiasi menghapuskan rantai distributor tersebut. Untuk kemudian, petani bisa langsung menjualnya secara online. Masalah toko, promosi, dan notifikasi pembelian, semua sudah diurus oleh Nurbaya Initiatives. Petani tinggal menyiapkan produk dan mengirimkannya sesuai alamat yang dituju.

2. Pantau Harga

startup pertanian 2 - 5 Start Up Pertanian Andalan Pak Jokowi dalam Misi Kedaulatan Pangan
Pantau Harga

Lain halnya dengan Nurbaya, kali ini ada start up pertanian bernama Pantau Harga. Memantau harga suatu produk merupakan hal yang wajib dilakukan oleh siapa saja. Baik dari produsen maupun konsumen. Keduanya sama-sama harus berhati-hati dalam menghadapi praktik kecurangan dalam setiap transaksi yang dilakukan.

Aplikasi ini mampu memberikan informasi harga produk pertanian yang cukup lengkap. Sehingga, siapapun yang melihatnya, akan merasa aman dan nyaman ketika harus melakukan pembelian maupun penjualan. Aplikasi ini sedikit banyak mampu membantu transaksi jual-beli menjadi lebih transparan.

3. Lima Kilo

startup pertanian 3 - 5 Start Up Pertanian Andalan Pak Jokowi dalam Misi Kedaulatan Pangan
Lima Kilo

Konsep utama yang diusung start up pertanian Lima Kilo, sama seperti start up Nurbaya. Dimana, Lima Kilo menghapus adanya tengkulak atau distributor yang bukan membantu tetapi justru menurukan keuntungan para petani. Dalam beberapa waktu ini, mereka fokus dalam menggarap pertanian di sektor bawang.

Bawang menjadi kebutuhan yang tak terpisahkan oleh kita, terutama oleh para ibu rumah tangga. Di Jakarta, ibu rumah tangga sudah mulai beralih membeli secara online. Dan dengan bantuan Lima Kilo, para petani bisa langsung menjual produknya dan bisa berhubungan langsung dengan konsumen.

4. TaniHub

startup pertanian 4 - 5 Start Up Pertanian Andalan Pak Jokowi dalam Misi Kedaulatan Pangan
TaniHub

Konsep yang dibawa juga sama seperti Nurbaya maupun Lima Kilo, yakni menghapus adanya tengkulak demi meningkatkan laba untuk petani itu sendiri. Karena kerapkali, banyak kasus dimana petani sengaja menjual murah kepada tengkulak. Mereka melakukan itu karena tidak punya pilihan lain.

Dengan TaniHub, diharapkan para petani bisa menemukan ladang penjualan yang baru. Menjual hasil tani dengan lebih layak dan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. Dengan begitu, bukan tidak mungkin kalau Indonesia akan mengalami kedaulatan pangan. Sebab, makin banyak petani yang hidup makmur dan sejahtera. Aamiin 🙂

5. Petani

startup pertanian 5 - 5 Start Up Pertanian Andalan Pak Jokowi dalam Misi Kedaulatan Pangan
Petani

Terakhir namun bukan yang paling akhir, yakni start up hasil kerja keras dari tim 8Villages. Mereka berhasil menciptakan start up yang diberinama “Petani”. Start up ini memungkinkan para pakar pertanian dan para petani untuk bertemu, berkomunikasi, berdiskusi, dan saling tanya-jawab soal pertanian.

Ibaratnya, petani sebagai pasien dan pakar sebagai dokternya. Sehingga, apabila di suatu praktik ketika bertani, para petani mengalami kesulitan, mereka bisa berkonsultasi langsung lewat aplikasi “Petani”. Selain tanya-jawab, start up ini juga bisa digunakan sebagai forum online, untuk berdiskusi sesama anggota.

Nah, itu dia tadi kelima start up pertanian yang diperkenalkan Pak Jokowi untuk membantu sinergi kerakyatan di bidang pertanian, demi tercapainya kedaulatan pangan. Semoga bermanfaat ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here